9 April 2014

Bandung, Taman Pasupati dan Teman yang Menyebalkan

Cerita yang bersamaan ditulis oleh Yudith Tri Susetio...


Selama diberi kesempatan 12 hari berlibur kemarin di Bandung, ada begitu banyak tempat yang saya datangi rasanya. Beberapa ada yang saya lalui dengan hanya sekedar berjalan-jalan sendirian berkeliling dan sejenisnya, beberapa ada pula yang saya lewati dengan bertemu teman-teman dan sahabat terdekat.

Berawal dari pembicaraan panjang via whatsapp ketika saya masih menjalani pendidikan di Pandaan. Entah kenapa saya selalu merasa bersalah ketika chatting dengan orang satu ini, seorang sahabat kecil luar biasa yang selalu mengaku dirinya masih berusia 17 tahun, karena saya masih berhutang sebuah kado di ulang tahunnya tahun lalu juga sebuah oleh-oleh dari Jogja yang saya beli saat event Blogger Nusantara dan sekarang entah berada dimana. Kami berjanji untuk meluangkan satu hari ketika saya berlibur, dia akan datang ke kota Kembang, disamping 'jadwal padatnya' menyelesaikan banyak tugas kuliah dan pekerjaan. Tentu, tidak lupa dengan sepeda yang selalu setia ia bawa kemana-mana.


Sabtu malam dia berangkat dari Ibu Kota, meninggalkan pesan di whatsapp dan menentukan waktu serta tempat kami akan bertemu keesokan harinya. Pukul 06.00 di Car Free Day Dago. Tapi sayangnya pas hari H saya terlambat bangun dan akhirnya baru sampai di lokasi sekitar jam 9 hehe, maklum malam sebelumnya habis bertemu teman-teman kuliah sekaligus teman SMA dan terus lupa waktu menghabiskan segelas kopi hingga lewat tengah malam. Kebiasaan.

Tidak banyak hal yang berubah dari Bandung sebetulnya, diluar aneka terobosan baru yang diluncurkan Ridwan Kamil ya, Bandung tetap Bandung.. yang dijadikan selingkuhan orang kota-kota tetangga untuk menghabiskan akhir pekan terutama libur panjang. Tetap Bandung yang macet dan dipenuhi 'penghuni-penghuni' asing yang menurut saya tidak seramah penduduk aslinya. Tetap Bandung dengan udara asrinya dan akan selalu saya rindukan untuk bisa menjalani hari-hari didalamnya.

3 April 2014

Berkeliling di Tanah Wong Kito Galo, Palembang!


Hallo hallo, Palembang!

Setelah sehari sebelumnya mendarat di Bandara Sultan Mahmud Baharuddin II dan kemudian menginap di Hotel Royal Asia hingga jumat nanti, akhirnya saya dan dua orang teman, Ayu dan Mas Ryan, berjalan-jalan keluar hanya sekedar untuk tau seperti apa sih Jembatan Ampera itu. Soalnya orang bilang belum sah ke Palembang kalau belum menyempatkan diri berfoto disini haha.

Dari Hotel Royal Asia yang terletak di Jalan Veteran, kami menaiki bis ke arah Jembatan Ampera. Bis ini kalau di Jakarta semacam Kopaja gitu. Awalnya agak sedikit ragu untuk naik mengingat rawannya transportasi jenis ini sewaktu tinggal di Jakarta karena kami harus berdiri didalam bis selama perjalanan, tapi karena kepalang tanggung akhirnya naik juga.

Kurang lebih selang waktu kurang dari 20 menit sang kondektur bus memberitahu kami tempat untuk turun dan melanjutkan perjalanan ke Jembatan Ampera dengan berjalan kaki. Daaaaaan... ini diaaaaa! Jembatan Ampera!

1 April 2014

Bye Bandung, Hallo Palembang!



Ini hari terakhir di Bandung juga sekaligus hari pertama saya menginjakkan kaki di Kota Mpek-Mpek, Palembang. Tempat dimana dalam 2 bulan kedepan saya dan 145 teman lainnya harus 'berperang' tapi juga diselingi dengan 'bersenang-senang'. Tempat bagi kami untuk mengaplikasikan berbagai ilmu yang diberikan kemarin selama pendidikan berbulan-bulan. Tempat bagi kami sebagai salah satu pembuktian..

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...